Wednesday, December 22, 2010

What u KNOW about CAPITALIST 3

Rights are moral principles...

Rights are moral principles defining a man's freedom of action in a social context.

Rights are inalienable -- they may not be morally infringed upon, i.e., a thief may rob you, but morally he is in the wrong, and you are in the right.

Rights are not guarantees to things, but only guarantees to freedom of action (right to liberty) -- and a guarantee to the results of those actions (right to property).

The only obligation one's rights impose on others is for them to leave you alone, i.e. free to act within your sphere of rights

The initiation of physical force renders a man's mind useless

tiegov.jpg (30493 bytes)

In a political context, freedom has only one meaning -- freedom from the initiation of force by other men.

Only by the initiation of force can a man be: prevented from speaking, or robbed of his possessions, or brutally murdered. Only by the initiation of force can a man's rights be violated. Only the initiation of force against a man can stop his mind, thus rendering it useless as a means of survival.

It is for this reason -- that force renders a man's mind useless -- that every man has the right to self-defense -- the right to use force to retaliate against those who first start the use of force, but never may one morally initiate it.

The use of force, in and of itself, is not evil; but, to initiate (start) force is evil. To use force in retaliation -- in self- defense against those who initiate it -- is not a moral option, but a moral requirement. A moral man has nothing to gain when a man tries to kill him, but he has much to lose if he does not defend himself. For this reason it is right, just, and proper to use force in retaliation and self-defense. Contrary to the vile doctrines of the pacifists, force used in self-defense is a species of the good.

Government's job is to protect rights

Man's state in nature, where all men are allowed complete discretion in the use of force, according to the laws of the jungle, is nothing more than a state of anarchy -- perpetual civil war and gang warfare. To place the retaliatory use of force under objective legal control -- under clearly defined laws that are logically based on the principle of rights -- a society of men delegate to government, their right to retaliate against those who initiate force. .

Government has a monopoly on the use of physical force

Government is an agency which has a monopoly on the use of physical force.

This legal power -- to use physical force -- only may be used for one purpose: to retaliate against those who initiate force, according to objectively defined laws.

Never is this power to be used to initiate force, but government is only permitted to retaliate and defend against those who initiate force.

What u KNOW about CAPITALIST 2

Man is an end in himself, and not a slave to the ends of 'society'.

Man can gain immense values from living with other men in society -- namely knowledge and trade -- if it is a human society.

A human society is one in which each man holds as an absolute: that every man is an end in himself, and that other men are not his pawns, nor is he theirs.

Or, in the words of John Galt,
"I swear -- by my life and by my love of it -- that I will never live for the sake of another man, nor ask another man to live for mine."
Such is the credo of the rational egoist -- the independent mind -- who recognizes no authority higher than his own judgment of the truth. Such a moralist recognizes that man's life is the standard of value -- that which supports man's life is the good, and that which destroys his life is the evil.

Individualism is not opposed to man living in society. Individualism is opposed to man living in society as a slave.

To live in society man needs rights

To live rationally in society, man requires only one thing from his fellow men: freedom of action. Freedom of action does not mean freedom to act by permission, which may be revoked at a dictator's, or a democratic mob's, whim, but the freedom to act as an absolute -- by right.

Man requires rights to those actions necessary to support his own life, the most fundamental right being the right to life, from which all other rights, including the right to liberty, property, and the pursuit of happiness, derive.



cont...

What u KNOW about CAPITALIST

Reality is that which exists. It is absolute.
It is the standard of the true, the false, and the arbitrary.

Things are what they are, independent of our or anyone else's feelings, ideas, wishes, desires, and emotions.

Or, in the immortal words of Aristotle: A is A. To be, is to be something: finite, limited, and non-contradictory.


Reason is man's means of survival

Reason is man's only means of knowing reality, upon which his survival in reality depends.

Whether man is alone on a desert island, scurrying around with a pack of savages, or living in a city of billions: man must think -- and then act on his thinking, if life is his goal.

The individual is sovereign

Man is a rational animal, and reality dictates that to survive, man must be rational -- by choice.

Man is a being of free will. Man can choose to think, drift, or evade -- but choose he must. His thoughts determine: his character, his values, his emotions, and his actions, and so his thoughts determine his destiny.

As reason is solely the attribute of an individual, and man's thinking determines his choices and actions, then each man is the master of his own destiny. The individual sovereign.


cont.....

KAPITALIS SOSIALIS KOMINIS

Sistem Tata Ekonomi Kapitalisme, Sosialisme dan Komunisme - Definisi, Pengertian, Arti & Penjelasan - Sejarah Teori Ilmu Ekonomi

1. Sistem Perekonomian / Tata Ekonomi Kapitalisme

Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi baang, manjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya. Dalam sistem ini pemerintah bisa turut ambil bagian untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi.

Dalam perekonomian kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar-besarnya. Semua orang bebas malakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas dengan berbagai cara.

2. Sistem Perekonomian / Tata Ekonomi Sosialisme

Sosialisme adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara seperti air, listrik, telekomunikasi, gas lng, dan lain sebagainya.

Dalam sistem ekonomi sosialisme atau sosialis, mekanisme pasar dalam hal permintaan dan penawaran terhadap harga dan kuantitas masih berlaku. Pemerintah mengatur berbagai hal dalam ekonomi untuk menjamin kesejahteraan seluruh masyarakat.

3. Sistem Perekonomian / Tata Ekonomi Komunisme

Komunisme adalah suatu sistem perekonomian di mana peran pemerintah sebagai pengatur seluruh sumber-sumber kegiatan perekonomian. Setiap orang tidak diperbolehkan memiliki kekayaan pribadi, sehingga nasib seseorang bisa ditentukan oleh pemerintah. Semua unit bisnis mulai dari yang kecil hingga yang besar dimiliki oleh pemerintah dengan tujuan pemerataan ekonomi dan kebersamaan. Namun tujuan sistem komunis tersebut belum pernah sampai ke tahap yang maju, sehingga banyak negara yang meninggalkan sistem komunisme tersebut.

KAPITALIS LAH PUNCA !

Kapitalisme merupakan sistem ekonomi dan sosial yang cenderung ke arah pengumpulan kekayaan oleh individu tanpa gangguan kerajaan dan bermatlamatkan keuntungan. Takrif individu di sini tidak semestinya merujuk kepada orang perseorangan tetapi juga termasuk sekumpulan individu seperti syarikat. Sistem ekonomi kapitalis digerakkan oleh kuasa pasaran dalam menentukan pengeluaran, kos, penetapan harga barang dan perkhidmatan, pelaburan dan pendapatan. Pengkritik sistem kapitalis berpendapat sistem ini mewujudkan jurang perbezaan yang ketara antara yang kaya dengan yang miskin. Sistem yang bertentangan dengan ideologi ini ialah komunisme dan sosialisme.

Kapitalisme berasal dari perkataan kapital (bahasa Inggeris: capital) yang bermaksud "modal". Istilah kapitalisme mula diperkenalkan pada pertengahan abad ke-19 oleh Karl Marx, pengasas komunisme. Pasaran bebas dan sistem pasaran adalah antara istilah yang sering bertukar ganti dengan kapitalisme untuk menerangkan ekonomi moden bukan komunis.

Amalan ekonomi kapitalis mengukuh di England di antara kurun ke-16 Masehi dan 19 Masehi. Walaubagaimanapun telah wujud ciri-ciri kapitalis sejak dulu lain terutamanya di kalangan saudagar Zaman Pertengahan.[1] Kapitalisme menjadi dominan di Barat semenjak berakhirnya era Feudalisme.[1] Dari England, kapitalisme merebak ke seluruh Eropah dan pada abad ke-19 dan 20, dan menjadi sistem ekonomi utama dunia yang menggerakkan era perindustrian.[2

Kapitalisme Islam

Asas asal kapitalisme dan pasaran bebas boleh dijejak kembali pada Zaman Keemasan Islam dan Revolusi Pertanian Islam,[3] di mana ekonomi pasaran pertama dan bentuk awal kapitalisme perdagangan mula berakar di antara kurun ke-8 dan ke-12. Sesetengah sarjana merujuknya kepada “Kapitalisme Islam”.[4] Orang Islam telah mewujudkan satu sistem ekonomi monetari dengan mengembangkan sistem pengedaran mata wang bernilai tinggi yang stabil (seperti dinar) dan menyepadukan bidang monetari yang dulunya bebas. Sementara itu teknik baru perniagaan dan bentuk organisasi yang inovatif diperkenalkan oleh pakar ekonomi, pedagang dan peniaga pada masa itu. Di antara inovasi ini termasuk syarikat dagang, perniagaan yang besar, kontrak, pertukaran bil, perdagangan antarabangsa jarak jauh, perkongsian (mufawada) seperti mudharabah, dan bentuk awal hutang kredit, keuntungan, kerugian, modal (al-mal), pengumpulan modal, amanah (wakaf), syarikat permulaan, akaun simpanan, pajakan, juru bank, penukar mata wang, lejer,[5] dan saman[6]. Konsep perusahaan yang sama seperti syarikat yang bebas daripada campurtangan negara juga telah wujud pada zaman pertengahan Islam, sementara institusi agensi juga ditubuhkan. Banyak daripada konsep awal kapitalis ini diambil pakai dan dibangunkan oleh Eropah dari kurun ke-13 dan seterusnya.

Sistem kontrak yang bergantung kepada pedagang juga sangat berkesan. Pedagang akan membeli dan menjual atas komisyen, dengan wang yang dipinjamkan kepada mereka oleh pelabur kaya, atau pelaburan bersama beberapa pedagang, yang selalunya mereka terdiri daripada orang Islam, Kristian dan Yahudi. Perkongsian perniagaan akan dibuat untuk banyak penerokaan komersil, dan pertalian yang erat membolehkan rangkaian dagangan terbentuk dalam jarak yang luas. Rangkaian yang terbina pada masa ini membolehkan sebuah dunia di mana wang dijanjikan oleh sebuah bank di Baghdad dan ditunaikan di Sepanyol, yang membawa kepada sistem cek seperti pada hari ini. Setiap kali barangan melepasi bandar-bandar dalam rangkaian luar biasa ini, bandar akan mengenakan cukai, menyebabkan harga tinggi apabila mencapai destinasi terakhir. Inovasi yang dibuat oleh orang Islam dan Yahudi membentuk asas kepada sistem ekonomi

Di Eropah

Kapitalisme sebagai sistem ekonomi yang difahami bermula di Eropah pada kurun ke-13, menjelang akhir zaman feudal. Manusia itu, kata Adam Smith, sentiasa ada kecenderungan untuk "mengangkut dan menukar barang kepada barang lain." Kecenderungan kepada perdagangan dan pertukaran ini digalakkan oleh beberapa siri Perang Salib dari kurun ke-11 hingga ke-13. Penerokaan bangsa Eropah pada kurun ke-15 dan ke-16 menguatkan dorongan kepada perniagaan dan perdagangan, terutama berikutan kebanjiran logam berharga yang masuk ke Eropah selepas penerokaan dan penawanan Dunia Baru. Aturan ekonomi yang muncul dari peristiwa-peristiwa ini pada dasarnya bersifat komersil iaitu tumpuan lebih kepada pertukaran barangan daripada pengeluaran. Penekanan kepada pengeluaran tidak berlaku hingga kebangkitan perindustrian pada kurun ke-19.

Sebelum masa itu, akan tetapi, satu unsur penting dalam sistem kapitalis muncul: usahawan atau pengambil risiko. Unsur penting dalam kapitalisme adalah menjalankan aktiviti dengan jangkaan yang ia akan menghasilkan keuntungan pada masa depan. Kerana masa depan tidak diketahui, kedua-dua risiko kerugian dan keuntungan wujud. Jangkaan risiko ini adalah salah satu peranan khusus yang dimainkan oleh seorang usahawan.

Gerakan ke arah kapitalisme dari kurun ke-13 dan seterusnya dikuatkan lagi oleh Renaisans dan Reformasi. Perkembangan besar ini mengubah masyarakat dan membuka jalan kepada kemunculan negara-bangsa moden, yang kemudian membawa kepada keamanan, peraturan, dan undang-undang yang penting bagi pertumbuhan kapitalisme. Pertumbuhan ini dicapai melalui pengumpulan lebihan ekonomi oleh usahawan dan pelaburan semula lebihan ini ke dalam sistem untuk pengembangan. Tanpa keamanan, stabiliti dan kesinambungan, proses ini tidak boleh berlaku.

[sunting] Merkantilisme

Rencana utama: Merkantilisme

Dari kurun ke-15 hingga ke-18, dengan kelahiran negara-bangsa, kapitalisme yang berkembang bukan hanya berbaur komersil tetapi ke arah merkantilisme. Bentuk ini mencapai tahap tertinggi di England.

Sistem merkantilis lebih kepada harta persendirian dan penggunaan pasaran untuk aktiviti ekonomi mudah. Tumpuan utama merkantilisme adalah kepentingan negara dan bukan individu pemilik sumber ekonomi. Pada era merkantilis, tujuan utama dasar ekonomi adalah menguatkan negara dan agendanya. Untuk itu, kerajaan mengawal kuat aktiviti pengeluaran, pertukaran dan penggunaan barang.

Ciri paling menonjol merkantilisme adalah kesibukan negara mengumpul kekayaan dalam bentuk emas dan perak. Kerana kebanyakan negara tidak mempunyai sumber asli yang banyak bagi logam berharga ini, cara terbaik mendapatkannya adalah melalui perdagangan. Ini bermakna berusaha ke arah imbangan perdagangan yang menguntungkan iaitu lebih ekport daripada import. Negara luar akan membayar import dalam bentuk emas dan perak. Negara merkantalis juga lebih gemar mengekalkan upah rendah kerana percaya ini akan tidak menggalakkan import dan menyumbang kepada lebihan eksport. Seterusnya menambahkan lagi emas yang masuk ke dalam kantung negara.

Akan tetapi, kekayaan sebenar sesebuah negara tidak bergantung kepada banyaknya emas dan perak, tetapi kemampuannya dalam pengeluaran. Emas dan perak yang banyak diperoleh dari imbangan perdagangan akan menjadi perangsang kepada aktiviti ekonomi secara umum, membolehkan negara mengenakan lebih cukai dan mendapat lebih perolehan. Tetapi hanya beberapa negara yang mengamalkan merkantilisme memahami prinsip ini.

[sunting] Membeli, menjual, bekerja dan menggaji

Adam Smith, pelopor sistem ekonomi kapitalisme atau pasaran bebas melalui bukunya The Wealth of Nations.

Dalam kapitalisme, kita berhak menjual atau meminjamkan barang atau perkhidmatan dan orang lain juga berhak membeli atau meminjam barang atau perkhidmatan tersebut. Masyarakat dalam ekonomi kapitalis yang tulen tidak perlu mendapat izin daripada raja atau kumpulan tertentu. Konsep ekonomi kapitalis diperkenalkan oleh Adam Smith dalam bukunya The Wealth of Nations.

Perkataan modal (capital) merujuk kepada barang atau wang yang dipunyai oleh seseorang dan boleh digunakan untuk mengeluarkan lebih banyak barang atau mendapat lebih banyak wang. Sebagai contoh tanah, kilang, alatan, kedai dan mesin adalah modal. Jika seseorang mempunyai wang yang boleh dilabur, ini dipanggil modal juga. Mereka yang mempunyai modal ini dipanggil kapitalis (mereka yang menyokong dasar kapitalisme juga digelar kapitalis). Mereka boleh menggaji pekerja untuk bekerja di kedai, kilang atau tanah.

Dalam kapitalisme, kebanyakan orang adalah golongan pekerja (atau proletariat). Mereka tidak mempunyai modal dan mesti bekerja untuk menyara hidup. Seseorang boleh memilih untuk bekerja dengan sesiapa sahaja dalam pasaran bebas. Kerajaan tidak memberitahu individu kerja apa harus dibuat, juga tidak melarang individu dari melakukan sesuatu pekerjaan.

Konsep ini berbeza dengan sistem ekonomi lain seperti feudalisme, di mana seseorang bekerja untuk tuan tanah mereka.

[sunting] Pelaburan

Dalam kapitalisme terdapat konsep pelaburan. Individu-individu boleh mengumpulkan duit bersama untuk membina atau membeli sesuatu dan mereka ini adalah tuan punya benda yang dilaburkan. Dalam pasaran saham, mereka boleh membeli dan menjual saham.

Pelaburan adalah ciri penting kapitalisme. Perkataan kapitalis boleh merujuk kepada mereka yang melabur, contohnya mereka yang mencari risiko untuk melabur dalam perniagaan baru (venture capitalist).

Mereka yang memulakan perniagaan atau melabur dalam perniagaan boleh mendapat banyak wang atau dipanggil keuntungan. Mereka kemudiannya boleh melaburkan keuntungan dalam perniagaan lain atau membesarkan perniagaan sedia ada.

[sunting] Kritikan terhadap kapitalisme

Golongan sosialis dan komunis adalah antara mereka yang menentang kapitalisme. Mereka mengatakan kapitalisme menjejaskan golongan pekerja kerana golongan kapitalis mendapat lebih banyak keuntungan sedangkan golongan pekerja mendapat gaji yang tidak setimpal. Wujudnya jurang yang luas kaya dan miskin serta mereka yang miskin dan bertambah miskin.

Karl Marx seorang pemikir komunis dari German dalam bukunya Das Kapital (The Capital) menulis bahawa kapitalisme hanya dapat disingkirkan apabila golongan pekerja mengambil alih kerajaan melalui revolusi. Selain itu, sistem ekonomi ini dulunya dianut oleh negara miskin dan kekurangan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM).

[sunting] Golongan kapitalis

Terdapat pelbagai label untuk penyokong sistem kapitalisme. Di beberapa bahagian di dunia, mereka dikenali sebagai liberal. Di Amerika Syarikat dan beberapa tempat, mereka yang menyokong kapitalisme dipanggil libertarian.

Mereka yang menyokong kapitalisme juga mempunyai perbezaan pendapat. Kebanyakan orang bersetuju bahawa kapitalisme akan berfungsi dengan baik dengan kawalan kerajaan. Di kebanyakan negara, kerajaan berusaha supaya urus niaga jual beli berjalan dengan adil dan tidak menindas pekerja. Apabila terdapat campur tangan kerajaan dalam sistem ekonomi pasaran, ini dipanggil "ekonomi campuran" dan bukannya sistem kapitalisme yang tulen.

.


]